Memasuki musim pancaroba, cuaca yang tidak menentu—kadang panas terik, lalu tiba-tiba hujan deras—membuat daya tahan tubuh banyak orang menurun. Kondisi ini menjadi pemicu meningkatnya kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa minggu terakhir.
Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa sejak awal bulan ini, terdapat peningkatan signifikan jumlah pasien dengan gejala batuk, pilek, dan demam, terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Lonjakan Kasus ISPA di Musim Pancaroba
Menurut laporan Kemenkes, kasus ISPA meningkat hingga 30% dibandingkan bulan sebelumnya. Mayoritas pasien datang dengan keluhan batuk kering, hidung tersumbat, dan tenggorokan gatal, gejala umum dari infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Dr. Ratna Dewi, Sp.P (spesialis paru) dari RSUP Persahabatan, menjelaskan bahwa perubahan suhu ekstrem membuat tubuh sulit beradaptasi.
“Pada musim pancaroba, virus mudah berkembang. Ditambah dengan polusi udara, daya tahan tubuh bisa menurun drastis, sehingga risiko ISPA meningkat,” jelasnya saat diwawancarai tim Sehat Prima.
Faktor Pemicu Naiknya ISPA
Ada beberapa faktor utama yang membuat kasus ISPA meningkat saat cuaca tidak stabil:
-
Perubahan Suhu Mendadak
Tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu ekstrem, terutama dari panas ke dingin secara cepat. -
Kualitas Udara Menurun
Debu, asap kendaraan, dan polutan memperburuk kondisi udara yang dihirup, memperbesar risiko gangguan pernapasan. -
Kebersihan Lingkungan Kurang Terjaga
Penumpukan sampah atau genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri dan virus. -
Kelelahan dan Kurang Istirahat
Kurang tidur dan stres bisa menurunkan sistem imun, sehingga tubuh rentan terhadap infeksi.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
ISPA bisa menyerang siapa saja—anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.
Beberapa gejala yang perlu kamu waspadai antara lain:
-
Batuk terus-menerus
-
Pilek atau hidung tersumbat
-
Tenggorokan kering atau sakit
-
Demam ringan hingga tinggi
-
Napas terasa berat atau pendek
Jika gejala semakin parah atau berlangsung lebih dari seminggu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Langkah Pencegahan ISPA
Berita baiknya, ISPA bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari. Berikut beberapa tips dari ahli kesehatan:
1. Perkuat Daya Tahan Tubuh
Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung vitamin C, D, dan zinc.
Sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan adalah sumber alami yang baik untuk meningkatkan imunitas.
2. Gunakan Masker di Luar Rumah
Meskipun pandemi sudah mereda, kebiasaan memakai masker tetap disarankan terutama saat kualitas udara menurun atau saat beraktivitas di luar ruangan yang ramai.
3. Cuci Tangan Secara Rutin
Virus penyebab ISPA dapat menempel di permukaan benda. Cuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik sebelum menyentuh wajah atau makan.
4. Istirahat Cukup dan Kelola Stres
Tidur yang cukup (6–8 jam) sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Hindari stres berlebih karena bisa menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan.
5. Jaga Sirkulasi Udara di Rumah
Buka jendela setiap pagi agar udara segar masuk. Ventilasi yang baik dapat mencegah penumpukan bakteri dan virus di dalam ruangan.
Pandangan Pakar: ISPA Tidak Boleh Diremehkan
Menurut dr. Andi Maulana, dokter umum di RSUD Cibinong, banyak masyarakat masih menganggap ISPA sebagai penyakit ringan. Padahal, jika dibiarkan, infeksi bisa menyebar ke saluran pernapasan bawah dan memicu bronkitis atau pneumonia.
“Jangan tunggu parah. Jika batuk tak kunjung sembuh lebih dari tujuh hari, segera konsultasikan ke dokter. Pengobatan dini dapat mencegah komplikasi serius,” jelas dr. Andi.
Kasus ISPA pada Anak-Anak Meningkat
Kemenkes juga mencatat bahwa anak-anak usia sekolah menjadi kelompok yang paling banyak terkena ISPA.
Anak lebih rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Selain itu, aktivitas di sekolah yang melibatkan interaksi dengan banyak orang memperbesar kemungkinan penularan.
Para orang tua disarankan untuk:
-
Mengingatkan anak mencuci tangan sebelum makan.
-
Menjaga asupan gizi harian anak, terutama dari buah dan sayur.
-
Tidak membiarkan anak bermain di luar rumah saat udara sedang buruk.
Peran Pola Makan Sehat dalam Mencegah ISPA
Pola makan juga memiliki peran besar dalam melindungi tubuh dari infeksi.
Berikut makanan yang direkomendasikan ahli gizi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan:
-
Buah jeruk dan jambu biji: kaya vitamin C untuk memperkuat daya tahan tubuh.
-
Ikan laut: sumber omega-3 yang membantu mengurangi peradangan.
-
Jahe dan madu: memiliki efek antimikroba alami yang baik untuk tenggorokan.
-
Sayur hijau: kaya antioksidan dan zat besi yang mendukung fungsi sistem imun.
Mengonsumsi makanan bergizi secara rutin lebih efektif dibanding mengandalkan suplemen saja.
Upaya Pemerintah dan Imbauan Masyarakat
Pemerintah melalui Kemenkes dan Dinas Kesehatan daerah terus melakukan kampanye edukasi pencegahan ISPA, terutama di sekolah dan lingkungan padat penduduk.
Masyarakat juga diimbau untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala berat seperti napas tersengal, demam tinggi lebih dari tiga hari, atau nyeri dada.
Selain itu, posyandu dan puskesmas diminta aktif memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat di tengah perubahan cuaca ekstrem.
Kesimpulan
Musim pancaroba memang tidak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa dikendalikan.
Dengan menjaga daya tahan tubuh, menerapkan gaya hidup sehat, dan tetap waspada terhadap gejala awal ISPA, kamu bisa mencegah penyakit ini sebelum menjadi serius.
Seperti pesan dr. Ratna Dewi:
“Sehat itu bukan sekadar bebas dari penyakit, tapi kemampuan tubuh beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Dan itu bisa kita mulai dari langkah kecil setiap hari.”

